Sejarah Singkat FSPP

Sejak didirikannya hingga kini, FSPP telah berusia hampir mencapai 19 tahun (2002-2021). Sepanjang usia tersebut FSPP telah mengalami fase-fase perkembangan. Setidaknya telah mengalami tiga fase penting, yaitu; Inisiasi dan Konsolidasi (2002-2005), Pembangunan Eksistensi (2005-2009), Penguatan Organisasi (2009-2014) dan kini sedang konsolidasi kembali menuju kemandirian (2020-2025).

FSPP dalam kurun waktu dua periode dipimpin oleh KH. Sulaiman Ma’ruf selaku Ketua Umum dan Dr. H. Fatah Sulaiman, ST., MT. selaku Sekretaris Umum. Pada sekitar tahun 2003-2005 FSPP Provinsi Banten mendapatkan kucuran dana hibah untuk operasional organisasi dan stimulan guru ngaji. Saat itu posisi FSPP mulai menempatkan diri tidak hanya sebagai kekuatan kritis namun juga sebagai mitra strategis Pemprov Banten dalam pembangunan pendidikan, SDM dan sumberdaya lainnya.

Pada kurun 2006-2009 FSPP Provinsi Banten mengalami ujian independensi dan kemandirian finansial. Namun dengan spirit silaturrahim dan independensinya itu FSPP berhasil melewati masa kritis tersebut dan berhasil mentransformasikan kepemimpinan FSPP dari model ketua umum ke model presidium sebagai simbol kebersamaan dan persatuan elemen-elemen penting dalam komunitas pondok pesantren.

Beban dan tanggungjawab FSPP sebagai Pelayan Pesantren (Khaadimul Ma’ahid) se-Provinsi Banten tidaklah ringan sehingga tidak cukup kuat jika hanya dipikul oleh satu orang ketua umum. Agar menjadi ringan dan bisa saling mengoreksi maka beban itu harus dipikul oleh lima orang secara bergantian. Itulah filosofi sederhana dari kepemimpinan model presidium yang mulai diberlakukan pada masa khidmat 2009-2014.

Lima anggota Presidium yang pertama adalah KH. Maimun Alie MA., KH. Aminudin Ibrahim., KH. Ikhwan Hadiyyin, MM., KH. A. Matin Djawahir, dan K. Syamsul Ma’arif., dengan sekretaris jenderal Dr. H. Fatah Sulaiman, ST., MT.

Melalui kepemimpinan model presidium inilah FSPP terus berupaya melakukan kerja-kerja amal shalih dalam melayani dan memberdayakan pesantren dan komunitasnya. Dalam pandangan FSPP dana hibah yang selama ini telah diterima dari Pemprov Banten adalah HAK FINANSIAL yang selayaknya juga diterima oleh lembaga-lembaga masyarakat lainnya.

Bagi FSPP keberadaan dana hibah yang berasal dari APBD Pemprov Banten tentu sangat bermanfaat untuk menggerakan roda organisasi dan membiayai programprogram keumatan.

Pada tahun 2014 Musyawarah Besar menetapkan lima anggota presidium masa khidmat 2014-2019 sebagai berikut; K. M. Shodiqin, MSI., KH. Maimun Alie, MA., KH. Anang Azharie Alie, M.Pd.I., KH. A. Matin Dajwahir, dan Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin, MM., dengan Sekretaris Jenderal DR. KH. Wawan Wahyudin, M.Pd., Pada periode ini, ditahun 2016 FSPP sukses menyelenggarakan kegiatan POSPENAS dengan prestasi sebagai juara umum.

Pada akhir tahun 2016 terjadi pergantian sekretaris jenderal dari DR. KH. Wawan Wahyudin, M.Pd., kepada Ir. H. M. Ali Musthofa. Pada periode ini terjadi konsolidasi internal organisasi hingga kecamatan dengan inisiasi digitalisasi pondok pesantren.

Pada tahun 2018 FSPP kembali diberikan kesempatan untuk mengelola hibah sebesar 66,28 M untuk disalurkan kepada 3122 Pondok Pesantren se-Provinsi Banten sebagai upaya untuk meningkatkan pemberdayaan pondok pesantren dalam sektor ekonomi, sarana prasarana dan pendidikan.

Pada tahun 2019, setelah berhasil menyalurkan bantuan hibah kepada pondok pesantren se-Provinsi Banten FSPP berfokus pada program piroritas yaitu :

  1. Penguatan ekonomi dan bisnis Pondok Pesantren melalui rumah Tranksaksi dan Investsi (RTI)
  2. Pengembangan SDM pesantren melalui pendirian Ma’had Aly dengan konsentrasi pada ekonomi dan bisnis syari’ah.
  3. Pemanfaatan Sistem Informasi Pondok Pesantren (SIPP) sebagai sarana promosi dan advokasi membantu pesantren, dan
  4. Perumusan sistem, prosedur dan instrumen akreditasi program pendidikan kesetaraan pada pondok pesantren salafiyah
  5. Penguatan kelembagaan FSPP Provinsi Banten hingga kecamatan untuk merespon gerak perkembangan ekonomi masyarakat Banten hingga pedesaan.

Pada awal tahun 2020 diselenggarakan Musyawarah Besar dengan memilih lima anggota presidium masa Khidmat 2020-2025 terdiri dari KH. Sulaiman Efendi, M.Pd.I., KH. Anang Azharie Alie, M.Pd.I., KH. Holil Abdul Kholiq, KH. M. Shodiqin, MSI., dan KH. Syamsul Ma’arif., dengan sekretaris jenderal Dr. H. Fadlullah, M.Si.

Pada tahun 2020, di bawah kepemimpinan KH. Sulaiman Effendi, FSPP menjalin kerjasama dengan berbagai stakeholder’s dengan tema penguatan kemandirian pondok pesantren. Ditengah ujian wabah Covid-19, FSPP melakukan gerakan amal umat dan pemberdayaan ekonomi kerayakatan, khususnya di bidang pertanian, perikanan dan peternakan. Selain itu juga merambah pada rintisan pengolahan produk peternakan dalam bentuk Resto untuk ketahanan pangan halal pesantren.

Pada tahun 2021, gagasan kemandirin dilanjutkan oleh KH. Anang Azharie Alie dengan tema “penguatan identitas pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas”. FSPP menjalin kerjasama dengan Balai Pengembangan Pendidikan PAUD-Dikmas, Perguruan Tinggi, BI, Gaido Group, Jambu raya, dan lain-lain.

Tahun 2021 direnacanakan kegiatan pendidikan kader Kyai, pelatihan wirausaha muda, musabaqah qira’atul kutub, seminar pendidikan, dan lain-lain. Harapannya, FSPP mampu mengembangkan identitas pesantren sebagai satuan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat secara bertahap dan berkesinambungan.

Bagikan