FSPP Banten – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terlihat melalui perhatian yang kuat terhadap pengembangan pondok pesantren. Langkah ini tidak berhenti pada pernyataan kebijakan, melainkan diwujudkan melalui berbagai program nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur sanitren dan aspontren, penyediaan beasiswa santri, hingga pemberdayaan ekonomi pesantren melalui program santripreneur. Pendekatan terpadu tersebut dipandang sebagai model kebijakan yang layak menjadi rujukan bagi pemerintah kabupaten/kota lain bahkan Pemerintah Provinsi Banten.
Gambaran komitmen tersebut mengemuka dalam Puncak Safari Ramadhan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten yang berlangsung di Pesantren Al Maghfiroh, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Senin (16/3/2026). Pertemuan ini mempertemukan unsur pemerintah daerah dan para pengasuh pesantren dalam suasana silaturahmi Ramadhan yang sarat dengan pembahasan penguatan kerja sama.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Staf Ahli Bupati yang mewakili Bupati Moch. Maesyal Rasyid, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang H. Rusdi, S.Th.I., M.S.M., perwakilan Bappeda, serta jajaran pengurus FSPP Banten dan FSPP Kabupaten Tangerang. Dari kepengurusan FSPP Banten, kehadiran lengkap terlihat dari unsur Dewan Presidium, Dewan Pertimbangan Presidium, hingga Dewan Pakar.
Melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati, Bupati Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi terhadap peran pesantren dan kontribusi FSPP Kabupaten Tangerang dalam pembangunan daerah. “Saya mengapresiasi kepada Forum Silaturahim Pondok Pesantren Kabupaten Tangerang yang telah berkontribusi dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan, dan telah turut serta menjaga kondusifitas wilayah,” ucap Bupati dalam sambutan tertulis yang dibacakan staf Ahli.
Dalam pandangan pemerintah daerah, pembangunan pesantren merupakan bagian penting dari strategi pembangunan Kabupaten Tangerang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang dirancang berkelanjutan. Selain program sanitasi pesantren (Sanitren) yang menyasar seluruh pondok pesantren, pemerintah daerah juga menyiapkan alokasi anggaran sebesar **Rp200 juta untuk setiap pesantren** guna mendukung pembangunan Asrama Pondok Pesantren (Aspontren). Program ini dirancang berjalan bertahap hingga mencakup sekitar **800 pondok pesantren** di wilayah Kabupaten Tangerang.
Perhatian pemerintah juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia pesantren. Salah satu langkah yang ditempuh ialah penyediaan **beasiswa bagi 500 santri untuk melanjutkan studi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri**, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi kalangan santri.
Program-program tersebut memperoleh sambutan positif dari FSPP Banten. Ketua Presidium FSPP Banten, Dr. KH. Fadlullah, M.Si., menilai langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai contoh kebijakan yang patut diapresiasi. “Kami sangat mengapresiasi visi **Tangerang Gemilang**. Siapa pun bupatinya, perhatian untuk membangun pesantren sebagai bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ini nyata. Ini adalah program yang cukup gemilang dan **perlu ditiru oleh kabupaten/kota lain se-Banten, termasuk juga oleh Pemerintah Provinsi Banten**,” ujar Dr. KH. Fadlullah.
Dukungan terhadap penguatan peran pesantren juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, H. Rusdi. Ia menegaskan bahwa keberadaan pesantren memiliki kontribusi penting dalam pembangunan daerah. “Pemerintah Daerah berterima kasih kepada Pondok Pesantren yang telah berperan penting bagi Kabupaten Tangerang.”
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pendirian **Graha Santri** di Kabupaten Tangerang yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan FSPP. “Saya sudah berkomunikasi dengan Bapak Bupati untuk dicarikan titik lokasi yang pas didirikannya Graha Santri,” ungkapnya.
Apresiasi juga diberikan terhadap kolaborasi antara FSPP dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam mengembangkan program **Santripreneur**, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. Ketua Presidium FSPP Kabupaten Tangerang, KH Amal Faihan, menjelaskan rencana pelaksanaan program tersebut. “Program Santripreneur tahun ini direncanakan untuk sepuluh pondok pesantren, di mana potensi ekonomi ponpes akan didukung sepenuhnya oleh pemerintah Kabupaten Tangerang, bahkan bila perlu sampai bisa ekspor ke luar negeri,” jelasnya.
Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, serta para pengasuh pesantren yang terbangun melalui berbagai program strategis tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi pesantren dalam pembangunan daerah. Infrastruktur pesantren yang semakin memadai, dukungan pendidikan bagi santri, serta penguatan ekonomi pesantren menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam kerangka inilah pesantren dipandang memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan keagamaan sekaligus salah satu pilar kemajuan masyarakat di Kabupaten Tangerang.












