Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten menegaskan kembali komitmennya dalam penguatan peran sosial dan kemanusiaan melalui peringatan Milad ke-23 yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu 28 Januari 2026. Selain istigasah dan doa bersama, FSPP juga memimpin pelepasan bantuan kemanusiaan untuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah di Banten.
Ketua Presidium FSPP Banten, Sholeh Rosyad, menegaskan bahwa rangkaian Milad ke-23 ini disusun sebagai wujud kepedulian pesantren terhadap berbagai musibah yang menimpa masyarakat. Ia menjelaskan bahwa istigasah yang melibatkan unsur pesantren, pemerintah, dan masyarakat merupakan bentuk kolaborasi untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.
Dalam acara tersebut, FSPP menggandeng berbagai lembaga filantropi untuk mendorong aksi nyata. Bantuan yang disalurkan FSPP berupa Al-Qur’an, paket kemanusiaan, serta program pembangunan fasilitas ibadah di daerah terdampak. Sholeh Rosyad menuturkan bahwa realisasi bantuan termasuk pembangunan musala darurat di Aceh Tamiang dan rencana pembangunan masjid di wilayah Aceh.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan dukungan penuh atas langkah FSPP. Ia menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini menunjukkan tingginya kepekaan sosial masyarakat Banten.
Ia mengatakan, “Doa bersama dan istigasah ini titik beratnya adalah kepedulian sosial. Kita memohon keberkahan serta keselamatan dunia dan akhirat, terutama agar dijauhkan dari musibah dan ancaman bencana.”
Dimyati juga mengapresiasi peran aktif FSPP yang terus memperkuat jaringan kerja sama untuk kemanusiaan. Menurutnya, sinergi berbagai elemen yang hadir mencerminkan kuatnya solidaritas Banten dalam merespons bencana. Ia menambahkan, “Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta memiliki jiwa kepedulian sosial.”
Selain menyoroti tingkat kerusakan dan dampak bencana yang cukup besar, Dimyati juga mengapresiasi gerakan Ayo Cepat Tolong! yang ikut mendukung pemulihan pascabencana.
Ia menutup pernyataannya dengan doa, “Mudah-mudahan negeri kita diberkahi dan diselamatkan dari berbagai ancaman bencana… dan Banten senantiasa mendapat keberkahan.”
Melalui Milad ke-23 ini, FSPP Banten kembali meneguhkan posisinya sebagai pusat gerakan kemanusiaan berbasis pesantren. Agenda tersebut memperlihatkan bagaimana jaringan pesantren di Banten memainkan peran penting tidak hanya dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga dalam memperkuat nilai kepedulian sosial dan respons cepat terhadap bencana.











